PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM – Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis terjadi pada dini hari, Selasa (02/06/2026), sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Ki Marogan, tepatnya di depan lorong Kaca Timah, RT 44 RW 09, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan. Peristiwa ini merenggut nyawa seorang pria dan membuat wanitanya—yang diduga sebagai istrinya—mengalami luka-luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi, kecelakaan terjadi saat kendaraan yang dikendarai pasangan tersebut melintas di ruas jalan yang kondisinya sudah lama memprihatinkan. Di depan lorong tersebut terdapat lubang cukup besar yang tidak diberi tanda peringatan apapun. Ditambah lagi, lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan itu padam total atau sangat redup, sehingga kondisi jalan nyaris gelap gulita saat dini hari.
“Siapa pun yang lewat di sini harus ekstra hati-hati. Lubangnya dalam, gelap lagi. Kalau tidak hafal jalan, pasti kaget dan sulit menghindar,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, kejadian serupa sebenarnya sudah sering terjadi, namun belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk memperbaiki jalan maupun menyalakan kembali lampu penerangan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, warga sekitar sudah tidak ragu lagi bahwa faktor utama adalah buruknya infrastruktur jalan dan minimnya pencahayaan. Kondisi ini dianggap sangat berbahaya dan sudah seharusnya ditangani jauh hari sebelum menelan korban jiwa.
“Sudah ada yang meninggal, baru mungkin diperhatikan? Padahal kami sudah sering lapor. Jangan menunggu korban makin banyak baru pemerintah bergerak. Tolong segera perbaiki jalan dan nyalakan lampu, nyawa manusia tidak ada harganya,” tegas warga lainnya dengan nada kecewa.
Peristiwa ini kembali menegaskan keluhan warga Kertapati yang selama ini merasa terabaikan soal fasilitas umum. Jalan berlubang dan gelap bukan sekadar kerusakan biasa, melainkan jebakan maut yang mengancam setiap pengguna jalan setiap harinya. Warga berharap pemerintah kota segera bertindak cepat: menambal lubang-lubang berbahaya, memperbaiki sistem penerangan, dan memastikan keselamatan warga di jalan raya menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji politik.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan atau Dinas Pekerjaan Umum Kota Palembang terkait insiden maupun kondisi jalan tersebut. Warga pun kembali mengimbau seluruh pengendara yang melintas di Jalan Ki Marogan untuk berhati-hati, memperlambat laju kendaraan, dan selalu waspada terhadap bahaya yang mengintai di kegelapan. (MC-JK)

