PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM – Keberadaan fasilitas “Rumah Singgah” milik Dinas Sosial Kota Palembang yang berlokasi di RT 24 RW 09, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 1, kini menjadi sorotan tajam dan memicu kemarahan warga sekitar.
Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat penampungan dan pembinaan bagi anak jalanan ini justru diduga kuat menjadi sumber masalah lingkungan yang sangat mengganggu. Warga mengeluhkan bau busuk yang sangat menyengat yang terus menerus keluar dari saluran drainase atau selokan di sekitar lokasi tersebut.
“Sudah lama kami merasakan ini. Bau anyir dan busuk itu sangat mengganggu, apalagi kalau siang hari. Kami menduga kuat sumbernya berasal dari arah Rumah Singgah tersebut,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, singkatnya ‘U’, saat dikonfirmasi, Minggu (19/04).
Menurut keterangan warga, bau tidak sedap itu diduga berasal dari limbah sisa makanan atau pembuangan lainnya yang tidak dikelola dengan baik dari dalam kompleks Rumah Singgah. Meskipun warga tidak mengetahui secara pasti aktivitas di dalam bangunan tersebut, namun indikasi kuat mengarah ke sana.
“Kami tidak tahu persis isinya bagaimana di dalam, tapi baunya itu jelas sekali menyebar dari arah situ. Entah itu sisa makanan yang dibuang sembarangan atau saluran airnya yang tidak bersih,” tambahnya.
Kondisi ini memicu kecurigaan masyarakat bahwa manajemen di Rumah Singgah tersebut diduga tidak menerapkan standar kebersihan dan kesehatan yang baik. Padahal, fasilitas ini merupakan hasil penjangkauan yang seharusnya dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
Melihat kondisi yang semakin parah dan mengganggu kenyamanan hidup, warga sekitar kini menyuarakan protes keras dan meminta perhatian serius dari pihak terkait.
Secara khusus, warga memohon dan menuntut agar Kepala Dinas Sosial Kota Palembang segera turun tangan memantau dan mengecek langsung kondisi di lokasi.
“Kami harap Bapak Kepala Dinas Sosial mau melihat dan memantau langsung. Kami menduga di sana tidak ada penerapan pola kesehatan yang baik. Jangan sampai fasilitas negara justru menjadi sumber penyakit dan pencemaran bagi warga di sekitarnya,” tegas warga.
Warga berharap agar segera dilakukan evaluasi dan perbaikan sistem pembuangan serta kebersihan, agar bau busuk tersebut bisa hilang dan lingkungan kembali sehat seperti sedia kala. (MC-JK)

