PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM – Proyek yang diduga dikerjan oleh Kontraktor Langkah Pasti Konstruksi Senilai Rp. 4 Miliar perawatan Jalan Sutan Syahrir dan sekitar BKBK Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, Sumatera Selatan yang seharusnya menjadi prioritas perbaikan kini disorot LSM Gerakan Rakyat setelah proses pengaspalan dilakukan dalam kondisi tidak ideal, berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan Minggu, 21 Desember 2025, pukul 08.00 WIB.
“Saat pelaksanaan dinilai tidak menjalankan sesuai standar dimana pengaspalan jalan tersebut di tengah hujan deras, kondisi ini memicu kekhawatiran kualitas hasil pekerjaan”, kata Syawalludin Ketua LSM Gerakan Rakyat, Minggu (21/12/2025).
“Pengaspalan jalan yang dilakukan saat jalan masih basah dan cuaca hujan berpotensi besar menurunkan kualitas pekerjaan. Aspal tidak akan lengket dengan baik jika dihampar di atas permukaan jalan yang basah. Ini bisa mempercepat kerusakan jalan,” Informasi seorang warga yang menyaksikan proses pengaspalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Palembang selaku instansi yang bertanggung jawab, perlu memastikan bahwa pekerjaan ini mematuhi standar teknis yang berlaku.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 20/PRT/M/2021 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi, pengaspalan jalan harus dilakukan dalam kondisi cuaca yang mendukung, yaitu tidak hujan dan permukaan jalan kering.
Pasal 31 ayat (1) Peraturan tersebut juga menekankan bahwa kontraktor wajib memastikan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Jika terbukti ada pelanggaran, kontraktor Langkah Pasti Konstruksi bisa dikenakan sanksi sesuai kontrak dan peraturan yang berlaku.
“Kementerian PUPR telah menetapkan standar mutu aspal yang ketat untuk menjamin umur pakai jalan. Pengaspalan di kondisi basah jelas melanggar standar tersebut, dan ini bisa menjadi preseden buruk bagi proyek infrastruktur lainnya”, terang Syawal.
Tentunya warga sekitar berharap Dinas PU segera mengambil tindakan tegas dan melakukan evaluasi terhadap kontraktor.
“Kami ingin jalan ini awet dan tidak rusak dalam waktu dekat,” tambah Syawal menirukan ucapan warga.
“Kontraktor Langkah Pasti Konstruksi dan dinas PUPR hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait proyek tersebut. Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar”, pungkas Syawal. (Tim)

