PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM – Potret kehidupan penuh keprihatinan dialami pak Iwan , seorang duda lanjut usia kurang lebih ( 68 thn ) yang tinggal di kawasan Jln.tanah malang , kelurahan keramasan, RT.18 RW 04 , Kelurahan Keramasan , Kecamatan Kertapati, Palembang. 20 /1/2026 . Di usia senjanya, ia harus tegar menjalani hidup setelah di tinggal istri meninggal dunia lebih dahulu .
Kondisi rumah pak Iwan, jauh dari kata layak huni. Dinding papan pun sudah banyak yang rapuh dan terlepas, atap rumah banyak yang sudah hampir lepas hingga setiap kali hujan deras air masuk dan membasahi seisi rumah. Saat malam, udara dingin menembus ke dalam rumah, membuat penghuni harus bertahan dengan segala keterbatasan. Perabotan rumah pun tampak seadanya, berserakan di sudut-sudut ruangan.
Kehidupan pak Iwan semakin berat karena salah satu anaknya mengalami gangguan mental, sehingga tidak dapat membantu menopang kebutuhan keluarga. Dengan kondisi ekonomi serba pas-pasan, ia hanya bisa bertahan hidup dengan upaya sederhana.
“Kami tinggal di rumah ini seadanya, dindingnya sudah banyak yang lepas. Kalau hujan deras, air masuk ke dalam rumah. Saya hanya bisa pasrah,” pak Iwan dengan mata berkaca-kaca.
Warga sekitar turut prihatin melihat kondisi tersebut. Pak tazili selaku Ketua RW 04 kelurahan keramasan , , menyampaikan bahwa pihak terkait akan menindaklanjuti atas bantuan nya kepada pak Iwan yang sedang diderita nya sakit lumpuh ini.
“ Diki Sebagai Ketua RT 18 , saya dan warga sekitar merasa sangat prihatin melihat kondisi bapak Iwan sekarang ini sedang mengalami sakit sudah lama , untuk lumpuh nya kurang lebih sudah satu tahun , ini yang tidak bisa berjalan lagi . Beliau sudah lanjut usia, dan juga untuk masak pun sehari – hari pakai kayu api /puntung dan tungku, bapak ini seorang duda istrinya sudah lama meninggal dunia , yang masih harus berjuang di masa tuanya ada enam orang anak yang du,a perumpuan sudah ber rumah tangga / berkeluarga . dan empat anak laki² kerja nya sehari – hari tukang ojek untuk menafkahi adek² nya, dengan segala keterbatasan. Rumah yang beliau tempati memang sudah tidak layak huni lagi, dindingnya rapuh, atapnya bocor, dan setiap kali hujan deras air masuk ke dalam rumah dan hampir roboh . Tentu kondisi seperti ini sangat tidak layak bagi seorang lansia.
Kami selaku dari pihak ketua RT 18 sudah berembuk dengan warga dan para tokoh masyarakat secepatnya akan mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah, Harapan kami, pemerintah dapat memberikan perhatian khusus sehingga rumah pak Iwan bisa segera diperbaiki agar beliau dapat tinggal dengan lebih nyaman dan aman.
Selain itu, kami juga mengajak masyarakat, khususnya para dermawan dan pihak-pihak yang memiliki rezeki lebih, agar ikut membantu meringankan beban pak Iwan . Kepedulian sekecil apapun akan sangat berarti bagi beliau. Semoga dengan kebersamaan dan kepedulian kita semua, pak Iwan , yang bisa menjalani sisa hidupnya dengan lebih layak dan bahagia,” ungkap pak tazili .
Kisah pak Iwan menjadi cermin nyata bahwa masih banyak masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan, kepada pihak darmawan khususnya kaum lansia yang berjuang hidup dalam keterbatasan di tengah masyarakat.(Mursalan)

