Palembang, Liputan3News.com – SMP Negeri 42 Palembang, yang berdiri sejak 1985, masih menampung ratusan siswa dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kerusakan parah pernah terjadi saat plafon runtuh dan menimpa seorang guru.
“Kerusakan ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Palembang, tapi hingga kini belum ada tindakan nyata,” ungkapnya.
Guru tersebut juga menambahkan bahwa kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak terawat membuat siswa dan guru merasa tidak nyaman dan tidak aman.
Syawaluddin Selaku Ketua LSM Gerakan Rakyat, menghimbau agar Dinas Pendidikan Kota Palembang segera merespon dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi sekolah ini.
“Siswa berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Kami harap perbaikan segera dilakukan,” tegas Syawal, Selasa (31/03/2026).
Kondisi bangunan yang memprihatinkan ini juga membuat siswa merasa tidak nyaman dan tidak fokus dalam belajar.
“Kami ingin belajar di lingkungan yang aman dan nyaman, tapi kondisi sekolah kami seperti ini,” kata salah satu siswa.
Dinas Pendidikan Kota Palembang belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi SMP Negeri 42 Palembang. Namun, LSM Gerakan Rakyat berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi sekolah ini.
SMP Negeri 42 Palembang memiliki jumlah siswa yang cukup banyak, yaitu sekitar 500 siswa. Kondisi bangunan yang memprihatinkan ini membuat siswa dan guru merasa tidak nyaman dan tidak aman.
Kami berharap agar pemerintah kota segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi SMP Negeri 42 Palembang dan memberikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. (WAL)

