PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM- Perbaikan drainase lingkungan di Jl. Tri Tunggal, perbatasan Famili Ceria 1 RW 10, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang diduga asal-asalan pasalnya kondisi saat ini seperti ular anaconda,
Hal ini disorot oleh Syawaluddin ketua LSM Gerakan Rakyat (GeRak). Dirinya mengatakan kondisinya memang memprihatinkan padahal baru satu bulan dikerjakan.
“Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan diantaranya yaitu Desain dan Perencanaan, Drainase yang efektif memerlukan perencanaan yang baik untuk mengatasi aliran air dan mencegah genangan”, kata Syawal, Sabtu (11/10/2025).
“Kemudian Kualitas Pelaksanaan Pekerjaan, konstruksi drainase harus sesuai standar untuk menjamin fungsionalitas dan ketahanan. Pemeliharaan, Drainase perlu dipelihara secara berkala untuk mencegah penyumbatan dan kerusakan”, lanjutnya.
Masalah yang Mungkin Terjadi, papar Syawal, Bentuk Tidak Efektif, Bentuk drainase yang seperti “ular anaconda” mungkin tidak optimal untuk mengalirkan air, bisa menyebabkan genangan.
“Konstruksi Kurang Baik, Jika pekerjaan terkesan asal-asalan, bisa berdampak pada durabilitas dan fungsi drainase”, papar Syawal.
Ketua LSM Gerakan Rakyat meminta agar dilakukan Evaluasi oleh Pihak Berwenang yang dalam hal ini Dinas PU atau pihak terkait bisa melakukan evaluasi untuk menilai kesesuaian dan kualitas pekerjaan.
“Berdasarkan investigasi kami dilapangan, proyek tersebut diduga dikerjakan oleh CV. Baling Baling Bambu dengan dana Rp. 199.340.000. Kami mendesak pihak PUPR turun kelapangan agar bisa menindaklanjutinya’, pintanya.
Sayangnya PPK dan Kabid Sumber Daya Air, Irigasi dan Limbah (SDAIL) Dinas PUPR Kota Palembang hingga berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi.
Sementara itu Bagian Penerimaan Laporan Drainase Dinas PUPR ketika dikonfirmasi mengatakan akan meninjau proyek yang dimaksud.
“Izin pak, tolong dibantu kirim alamat lengkap dan shareloc nya agar bisa di tinjau oleh tim lapangan”, jawabnya singkat.
Syawaluddin juga menegaskan akan segera membuat laporan resmi kepada Inspektorat, Kejari untuk memeriksa pekerjaan tersebut.
” Jika tidak ada tindak lanjut, maka kami bersama tim akan melaporkan pekerjaan ini ke pihak yang berwenang “, pungkas Syawal. (Tim)

