PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM — Gelombang seruan tegas datang dari awak media yang digaungkan bersama oleh Semut Gatal Sumatera Selatan dan Media Center Jurnalis Kertapati (MC-JK). Awak media secara terbuka menolak terus-menerus dijadikan sasaran tuduhan tanpa identitas yang jelas melalui akun-akun anonim di media sosial.
“Wong Kertapati dak pernah nak nyembunyike wajah, akun harus jelas.”
Artinya, awak media di Kertapati tidak pernah bersembunyi di balik identitas samaran. Jika ada masalah atau pendapat, awak media berani tampil terbuka dengan nama dan wajah yang jelas.
“Jangan mau main api kalau takut terbakar, jangan pakai sifat Belanda — mengadu domba itu sifat pengecut!”
Pesan ini menyindir pihak-pihak yang berani menyebarkan isu atau tuduhan, namun tidak berani tampil secara terang-terangan untuk mempertanggung jawabkan ucapannya.
Yang menjadi sorotan tajam adalah perilaku akun anonim yang mencarut atau mengambil alih unggahan rekan-rekan media Kertapati, lalu mengunggahnya kembali atas nama sendiri atau tanpa sumber. Akibatnya, publik secara otomatis menganggap bahwa akun tersebut dimiliki oleh orang dari Kertapati, padahal pelakunya adalah pihak asing yang menyembunyikan identitas.
“Inilah yang disebut sifat Belanda — mengadu domba, memanfaatkan nama wilayah orang lain untuk menyebarkan isu, lalu lari tanpa tanggung jawab. Itu sifat pengecut yang tak berani menampakkan diri,” tegas pernyataan awak media.
Kampanye ini menegaskan bahwa Kertapati bukan tempat buang sampah fitnah. Awak media Kertapati menolak jika selalu dijadikan sasaran tuduhan negatif, dikambinghitamkan, atau dijadikan bahan berita yang tidak jelas kebenarannya — apalagi yang disampaikan oleh akun-akun tanpa identitas jelas yang sengaja mengadudomba
Gerakan ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:
#KamiKertapati #KamiBeraniNampakWajah #KertapatiBukanSasaranFitnah #LawanAkunAnonim #TolakMengaduDomba #SemutGatal #MCJK

