PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM – Kondisi Jerambah Satu Sungai Sikung yang menghubungkan Kelurahan Kemas Rindo dan Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Warga mengkhawatirkan jembatan tersebut tidak layak dilalui, terutama oleh kendaraan bertonase berat, karena tiang penyangganya sudah berkarat dan rapuh.
Keluhan warga tertuju pada struktur tiang penyangga yang dinilai sudah lama mengalami korosi. Menurut warga, jika terus dilewati kendaraan berat, risiko keruntuhan jembatan sewaktu-waktu sangat mungkin terjadi dan dapat membahayakan pengguna jalan.
Menyikapi viralnya pemberitaan tersebut, Koordinator Komunitas Aktivis SemutGatal Sumatera Selatan, Hery, mendesak pemerintah segera turun tangan. Ia menilai kondisi jembatan saat ini sudah masuk kategori peringatan dini.
“Saya melihat sendiri pemberitaan yang viral di media sosial terkait Jembatan Sungai Sikung. Ini bukan sekadar keluhan biasa — ini adalah peringatan dini yang harus didengar serius oleh pihak berwenang. Kalau tiang penyangganya sudah berkarat dan rapuh, berarti struktur penopang utamanya sudah lemah. Dipaksa dilewati kendaraan bertonase berat, itu sama saja mempertaruhkan nyawa warga. Jembatan ini bisa roboh sewaktu-waktu tanpa peringatan,” ujar Hery.
Hery meminta Dinas PU, instansi terkait, dan pemerintah setempat segera melakukan pengecekan teknis di lokasi. Ia juga mendesak pemasangan rambu larangan bagi kendaraan berat agar tidak melintas.
“Saya meminta kepada Dinas PU, instansi terkait, serta pemerintah setempat untuk segera melakukan pengecekan teknis di lokasi. Pasang rambu larangan kendaraan berat segera. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru anggaran turun dan petugas turun ke lapangan. Itu sudah terlambat,” tegas Hery.
SemutGatal Sumsel menyatakan akan terus memantau perkembangan jembatan tersebut. Hery merinci empat tuntutan: pertama, pasang larangan kendaraan berat; kedua, lakukan pemeriksaan teknis menyeluruh oleh tenaga ahli; ketiga, jadwalkan perbaikan atau penggantian struktur yang rusak; keempat, libatkan warga dalam pengawasan di lapangan agar aturan tidak dilanggar.
Pemberitaan viral di media sosial disebut Hery sebagai bukti kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Ia mengapresiasi warga yang berani membagikan kondisi jembatan dan berharap sorotan publik tidak berhenti di komentar dan like, tetapi ditindaklanjuti dengan aksi nyata.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama, bukan hal yang bisa ditunda-tunda,” pungkas Hery. (MC-JK)

