Palembang, Liputan3news.com – Koordinator Media Center Kertapati (MC-JK) Heri membantah tegas upaya pihak tertentu yang mengaitkan Team Kertapati dengan akun media sosial yang memviralkan isu dugaan aktivitas ilegal. Heri menegaskan nama baik timnya dicemari tanpa bukti, tanpa dasar, dan tanpa keterkaitan apapun dengan akun tersebut.
Bantahan ini disampaikan setelah beredar informasi yang menyebutkan sejumlah nama akun lalu diarahkan ke Kertapati serta menyebut nama Heri, seolah-olah Team Kertapati mengetahui, mengelola, atau terlibat di balik penyebaran isu tersebut. Informasi itu bahkan disertai permintaan untuk menanyakan kepada Heri, Andi, dan tokoh lain di kawasan Kertapati, seolah mereka bertanggung jawab atas akun tersebut.
Berdasarkan klarifikasi langsung, Heri menyatakan tidak mengenal pengirim pesan maupun isi tangkapan layar yang dikirimkan. Ia juga menegaskan Team Kertapati sama sekali tidak mengetahui siapa pemegang akun yang dimaksud, tidak pernah memberi arahan, tidak ada kerja sama, dan tidak memiliki keterkaitan apapun dalam bentuk apapun.
“Kami tidak tahu siapa di balik akun itu. Jangan karena isu itu beredar, lalu Team Kertapati yang dijadikan sasaran atau dikambing hitamkan,” tegas Heri, Koordinator MC-JK.
Heri menilai ada indikasi segelintir pihak yang sejak awal tidak senang dengan keberadaan Team Kertapati yang konsisten menyuarakan kebenaran di wilayah tersebut. Karena tidak mampu membungkam suara kritis MC-JK, pihak tersebut diduga menempuh jalan licik dengan melempar tuduhan dan menyematkan nama Kertapati secara sepihak.
Menurutnya, pola pengalihan isu ini terlihat jelas dan terstruktur. Tujuannya untuk mengalihkan perhatian publik dari substansi persoalan yang sebenarnya, sehingga pihak yang seharusnya menjawab justru bersembunyi, sementara nama Kertapati yang tercemar dan terlihat buruk di mata publik.
MC-JK menegaskan tidak menuduh siapa-siapa secara personal, namun berseru dengan lantang bahwa tuduhan tersebut tidak benar. “BUKAN KAMI! Jangan jadikan kami tameng, jangan jadikan kami pelampiasan, jangan biarkan nama yang berjuang jujur dijadikan tumbal dendam pribadi,” ujarnya.
Ia menantang pihak-pihak yang berniat buruk untuk bersikap terbuka dan jujur. Kebenaran, kata Heri, tidak bisa dibunuh dengan fitnah. Siapa yang sebenarnya berbuat dan siapa pemilik akun yang sebenarnya, dialah yang harus bertanggung jawab dan menjawab secara terbuka, bukan Team Kertapati yang tidak tahu apa-apa. (MC-JK)

