PALEMBANG, LIPUTAN3NEWS.COM— Rasa aman warga di sepanjang Jalan Kimarogan, Kecamatan Kertapati, Palembang, kini terusik. Aksi tawuran antar-kelompok remaja di kawasan tersebut kian marak dan kerap terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat warga terlelap. Kondisi ini membuat warga resah dan mengancam akan mengambil tindakan sendiri jika aparat tidak segera bertindak.
Keresahan terbesar bukan hanya pada suara gaduh dan keributan, tetapi juga potensi bahaya fisik. Warga yang rumahnya tepat di pinggir jalan mengaku khawatir kendaraan pribadi seperti mobil yang terparkir di depan rumah menjadi sasaran lemparan batu. Akibatnya bisa berupa kaca pecah hingga bodi penyok yang merugikan pemilik kendaraan.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kekesalannya. “Kami sudah tidak tenang lagi. Tiap malam khawatir kalau-kalau ada tawuran lewat di depan rumah. Mobil yang terparkir di pinggir jalan bisa-bisa kena lemparan batu, siapa yang mau rugi?” ujarnya.
Warga menegaskan tidak akan tinggal diam apabila situasi ini terus dibiarkan. “Kalau ini terus dibiarkan, kami warga sudah bertekad tidak akan diam saja, terpaksa kami akan ambil tindakan sendiri demi menjaga keamanan lingkungan kami,” tegasnya.
Untuk menghentikan keresahan, warga meminta Polsek Kertapati segera menindaklanjuti dengan langkah konkret. Permintaan utama adalah peningkatan patroli malam dan dini hari di sepanjang Jalan Kimarogan dan area sekitarnya yang menjadi titik rawan.
Selain patroli, warga juga mendesak aparat membubarkan kelompok remaja yang berkumpul pada jam-jam rawan sebelum terjadi bentrokan. Penindakan tegas juga diminta terhadap pelaku tawuran maupun pihak yang membawa senjata tajam dan batu ke lokasi kejadian.
Warga berharap ada pendekatan preventif melalui tokoh masyarakat dan pemuda setempat. Menurut mereka, dialog dan pembinaan sejak dini dinilai penting untuk mencegah konflik berulang dan memutus mata rantai tawuran antar-kelompok.
Warga menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban adalah hak setiap orang. Jika kehadiran aparat belum cukup memberikan perlindungan, warga terpaksa akan bersatu menjaga lingkungannya sendiri. Namun, warga berharap solusi itu tidak sampai terjadi dan aparat segera hadir memberikan rasa aman. (Red)

